ELEKTROLISIS (HUKUM FARADAY)
HUKUM FARADAY (ELEKTROLISIS)
Tujuan:
- Menjelaskan Hukum I Faraday dan Hukum II Faraday
- Menghitung massa zat, waktu, arus listrik pada suatu elektrolisis menggunakan hukum Faraday
- Merancang prosedur penyepuhan benda dari logam secara sederhana
Faraday (hukum) menjelaskan bahwa jumlah spesi yang mengalami oksidasi atau reduksi dalam suatu proses elektrolisis berbanding lurus dengan jumlah listrik yang dialirkan ke dalam sel elektrolisis. Selanjutnya Hukum Faraday ini dapat digunakan untuk menentukan massa zat yang terlibat atau dihasilkan pada reaksi redoks yang terjadi di dalam sel elektrolisis.
| Gambar 1. Penyepuhan perhiasan skala industri |
Proses penyepuhan logam-logam
merupakan proses elektrolisis. Terjadinya
proses elektrolisis diperlukan energi listrik dari sumbernya seperti baterai. Dengan demikian, pada
elektrolisis terjadi perubahan energi dari energi listrik menjadi energi kimia.
Reaksi redoks yang mengakibatkan terjadinya perubahan energi kimia menjadi
energi listrik, atau sebaliknya merupakan proses elektrokimia. Proses
penyepuhan perhiasan dari tembaga oleh emas atau perak. Proses ini dikenal
dengan nama electroplating / penyepuhan.
Electroplating / penyepuhan adalah
pelapisan logam mulia terhadap logam biasa menggunakan sel elektrolisis. Alasan dilakukannya elektroplating antara lain agar lebih menarik (estetika), tahan karat (nilai tambah), dan lebih kuat (nilai tambah). Benda yang akan disepuh dijadikan katoda, dan logam penyepuh
sebagai anoda. Larutan elektrolit yang digunakan adalah larutan elektrolit dari
logam penyepuh.
Ingat: Beberapa hal yang mesti diingat dalam konsep
elektrolisis, yaitu:
Reaksi yang terjadi di katoda dan di
anoda,
Eelektrolitnya apakah berupa larutan atau
cairan (lelehan).
Elektrodenya apakah aktif atau tidak aktif
(C, Pt, Au adalah elektrode tidak aktif)
Pada bagian lain (Demonstrasi
Kontekstual) kalian telah menerapkan konsep elektrolisis dari hukum Faraday pada percobaan kedua (rancangan pelapisan logam), merancang set alat pelapisan logam, merangkai alat pelapisan
logam sesuai rancangan, melakukan pelapisan logam menggunakan alat dan langkah
kerja hasil rancangan. Pada topik
ini saatnya kita menghitung massa lapisan logam dengan menggunakan hukum
Faraday.
Hukum Faraday I
Massa zat yang dihasilkan pada
suatu elektrode selama proses elektrolisis berbanding lurus dengan muatan
listrik yang digunakan.
𝒘 ≈ Q
atau
W1 / W2 = e1 / e2
atau
W1 e2
----- = -------
W2 e2
Muatan listrik sama dengan arus
listrik dikalikan waktu
𝐰 = 𝐢
× 𝐭
Muatan listrik (Q) yang digunakan
dalam elektrolisis berbanding lurus dengan jumlah mol elektron yang terlibat
dalam reaksi redoks (ne). Secara eksperimen diperoleh bahwa 1 mol
elektron memiliki muatan listrik sebesar 96.500 coulomb. Nilai muatan listrik
elektron ini ditetapkan sebagai konstanta Faraday (F). Jadi, hubungan ini dapat
dirumuskan sebagai berikut.
Q = n × F
Hukum Faraday II
Jika sejumlah arus listrik yang
sama dialirkan ke dalam beberapa sel elektrolisis maka massa zat yang
dihasilkan pada suatu elektroda selama elektrolisis berbanding lurus dengan
massa ekivalen zat tersebut.
W ≈ e
Massa ekivalen zat adalah massa
zat dengan jumlah mol setara secara stoikiometri dengan 1 mol elektron. Massa
atom relatif dari suatu unsur tersebut dibagi dengan perubahan bilangan
oksidasi yang dialami dalam reaksi elektrolisis.
𝐞 = 𝐀𝐫 / 𝐧
Jika persamaan pada hukum Faraday I dihubungkan dengan persamaan pada hukum Faraday II maka didapatkan persamaan :
𝐰 = (𝐞 . 𝐢 . 𝐭) / 𝟗𝟔𝟓𝟎𝟎
Keterangan
:
W : massa zat yang diendapkan ‘
e : massa ekivalen
i : arus listrik (ampere)
t: waktu elektrolisis (detik)
Contoh soal 1:
Berapa gram logam Cu (Ar = 63,5)
dapat diendapkan jika arus listrik sebesar 5 ampere dilewatkan dalam larutan
CuSO4 selama 2 jam? Tetapan Faraday = 96.500 coulomb.
Jawab :
Reaksi reduksi tembaga di katoda:
Cu2+(aq) +
2e → Cu(s)
Massa ekivalen (e)= 63,5 / 2 = 31,75 gr/mol (
W = 31,75 x 5 ampere x (2 jam x 3600)/96.500
W = 5,92 gram
Contoh soal 2:
Proses pemurnian tembaga
dilakukan dengan cara elektrolisis. Tembaga kotor dijadikan sebagai anoda,
sedangkan tembaga murni sebagai katoda. Arus sebesar 10 ampere dialirkan pada
sel elektrolisis tembaga. Lamanya waktu yang diperlukan agar dikatoda
dihasilkan endapan Cu sebanyak 12,70 gram (Ar Cu=63,5; F=96.500 coulomb) adalah
.... (coba temukan jawaban 3.860 detik)
APLIKASI DI DUNIA NYATA
A.
BAUT ANTI KARAT
Pernahkah anda melihat baut yang
berkarat ? Karat atau korosi merupakan reaksi kimia
logam besi yang disebabkan reaksi logam besi dengan oksigen. Pada reaksi tersebut
logam besi mengalami oksidasi sedangkan oksigen mengalami reduksi. Dalam
perkembangannya korosi pada logam menyebabkan permasalahan tersendiri.
Karena korosi menyebabkan berubahnya struktur logam dan berdampak
pada kekuatan logam itu sendiri. Untuk mengatasinya banyak benda yang
terbuat dari besi kemudian dilapisi oleh logam lain yang tidak mudah mengalami
korosi. Seperti yang terlihat pada gambar 1, terdapat tiga jenis baut yang
berbeda warnanya dikarenakan baut yang berwarna perak dan emas telah dilapisi
logam lain yang sulit mengalami korosi.
| Gambar 2. baut anti karat |
B.
PENYEPUHAN LOGAM MULIA (EMAS)
Kegunaan lain dari elektrolisis yang
sudah dikenal luas oleh masyarakat adalah penyepuhan
perhiasan emas. Perhiasan emas yang telah dipakai dalam jangka waktu
yang lama biasanya akan kusam. Untuk mengembalikan warna emas yang berkilau
biasanya emas disepuh kembali. Proses penyepuhan perhiasan emas ini dilakukan
dengan menggunakan prinsip elektrolisis. Dalam
melakukan proses penyepuhan digunakan 2 elektroda dimana logam yang akan
dilapisi ditempatkan sebagai katoda, sedangkan logam yang melapisi ditempatkan
sebagai anoda. Kedua elektroda dihubungkan dengan sumber listrik searah.
Bagaimana proses elektrolisis pada penyepuhan emas dapat diamati melalui
pengamatan langsung dengan mendatangi tukang sepuh emas yang terdekat.
| Gambar 3. Penyepuhan Emas |
Comments
Post a Comment